SELAMAT JUMPA,
Apa kabar, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan taufik dan hidayah, sehingga dapat melanjutkan tugas suci, YANG bermoral dan berbudaya

LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR

LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR
SISWA AKTIF BELAJAR

Jumat, 16 April 2010

HUBUNGAN KURIKULUM DENGAN PEMBELAJARAN

Para Ahli Pendidikan belum sepakat tentang definisi kurikulum, namun demikian ada beberapa tokoh yang sependapat tentang pengertian kurikum antara lain :

  1. ( Hilda Taba, 1962 ). Kurikulum lebih luas dari pada sekedar rencana pelajaran, tetapi meliputi segala pengalaman atau proses belajar siswa yang direncanakan di bawah bimbingan satuan pendidikan. Artinya bahwa kurikulum bukan hanya berupa dokumen bahan cetak melainkan rangkaian aktivitas siswa yang dilakukan di dalam kelas, di luar kelas, di laboratorium, di lapangan maupun di lingkungan masyarakat yang direncanakan serta dibimbing oleh sekolah.

  2. ( Schubert,1986 ) Kurikulum harus memuat pernyataan tujuan, menunjukkan pemilihan dan pengorganisasian bahan pelajaran serta rancangan penilaian hasil belajar Kurikulum merupakan bahan pelajaran atau mata pelajaran yang dipelajari siswa, program pembelajaran, hasil pembelajaran yang diharapkan, reproduksi kebudayaan, tugas dan konsep yang mempunyai ciri-ciri tersendiri, agenda untuk rekontruksi social, serta memberikan bekal untuk kecakapan hidup

Penjelesan di atas dapat diambil sebuah simpulan bahwa kurikulum merupakan desain bahan pelajaran yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Tujuan pendidikan yang dirumuskan dapat mempengaruhi desain kurikulum, karena tujuan tersebut dapat menentukan \kerangka untuk memilih, merencanakan dan melaksanakan segala pengalaman dan kegiatan belajar di sekolah atau madrasah .

Sedangkan pengertian pembelajaran beberapa tokoh berpendapat :

  1. Gagne mendefinisikan pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan dengan maksud untuk memudahkan terjadinya proses belajar

  2. Yusufhadi Miarso ( 2005 ) memaknai istilah pembelajaran sebagai aktivitas atau kegiatan yang berfokus pada kondisi dan kepentingan pembelajar ( learner centerd ). Istilah pembelajaran digunakan untuk menggantikan istilah pengajaran yang lebih bersifat sebagai aktivitas yang berfokus pada guru ( teacher centered ). Oleh karenanya, kegiatan pengajaran perlu dibedakan dari kegiatan pembelajaran.

Definisi di atas dapat ditarik satu pemahaman bahwa, pembelajaran adalah proses yang disengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam diri individu. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan sesuatu hal yang bersifat eksternal dan sengaja dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar internal dalam diri individu.


B. Hubungan Kurikulum dengan Pembelajaran.

Kalau diamati secara seksama antara kurikulum dengan pembelajaran dengan memperhatikan defenisi di atas maka, kedua permasalahan tersebut dapat dikatakan, kurikulum dengan pembelajaran sangat erat hubungannya ibarat pepatah setali mata uang yakni saling berinterkasi satu dengan lainnya. Hali ini dipertegas dengan pendapatnya Mac Donald, menurutnya, sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem, yaitu :

  1. mengajar merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru kepada peserta didik.

  2. Belajar merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru.

  3. Pembelajaran adalah keseluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan dengan terjadinya interkasi belajar-mengajar

  4. Kurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar-mengajar.

Pendapat serupa yakni Zais, dia menjelaskan bahwa, kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja, melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran, melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas, yang memberikan pedoman dan mengatur lingkungan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curikulum. Sedangkan kurikulum yang diopersional di kelas merupakan kurikulum fungsional.

Kedua pendapat tokoh tersebut sejalan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau kurikulum 2006 yang tercantum dalam Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan inilah yang saat ini dipakai oleh semua lembaga pendidikan di Indonesia di mana kurikulum tersebut tidak hanya berisi materi pelajaran, struktur kurikulum, jumlah jam tatap muka perminggu tetapi mencakup tentang desain intraksional atau Rencana Program Pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar-mengajar guru. Sebagaimana diatur oleh Badan Nasional Standar Pendidikan ( BNSP )

Sedangkan menurut Taba, batas antara kurikulum dan pembelajaran sangat relatif, bergantung pada tafsiran guru. Sebagai contoh dalam kurikulum (tertulis), isi harus digambarkan serinci mungkin agar mudah dipahami guru, tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipillih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas, tetapi merupakan tugas dan tanggungjawab guru untuk membelajarkannya


C. Simpulan dan Penutup

Dari pemaparan para tokoh pendidikan dapat disimpulkan bahwa, kurikulum dan pebelajaran pada hakekatnya sama. Karena sama-sama memuat isi, tujuan, materi dan strategi pembelajaran. Dalam proses kegiatan belajar mengajar membutuhkan desain pembelajaran. Selanjutnya pada desain pembelajaran terdapat materi dan tujuan kegiatan belajar dan pembelajaran. Sehingga tidak dapat dibedakan antara kurikulum dan proses pembelajarannya . letak perbedaannya pada implemtasi kurikum bagi sekolah dan bagi guru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar